Rabu, 29 Januari 2014

Kutipan



Pengertian:

Kutipan, sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.


Tujuan:
 
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan


Fungsi Kutipan :
 
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.


Jenis Kutipan
 
a. Kutipan langsung:
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan
g. Kutipan langsung pada materi



Sumber : Sumber

Daftar Pustaka



Dari uraian singkat diatas mungkin ada sudah sedikit memahami apa itu yang dinamakan dengan daftar pustaka, sebelum kita melanjutkan sesuai tengan tema kita hari ini yakni contoh daftar pustaka yang baik dan benar, ada baiknya kita jelaskan terlebih dahulu apa saja fungsi Daftar Pustaka.
Beberapa fungsi adanya daftar pustaka dalam sebuah karya tulis diantaranya adalah sebagai berikut :
Untuk memberitahu kepada pembaca bahwa apa yang telah ditulis bukan hanya didapat dari pemikiran sendiri namun juga mengambil dari pemikiran orang lain yang telah ditulis dalam buku yang tercantum dalam daftar pustaka
Bagi pembaca yang ingin menelaah lebih jauh tentang pernyataan yang telah ditulis dalam karya tulis yang dibuat maka bisa secara langsung mencarinya dari daftar buku yang telah ditambahkan.
Untuk memberikan penghargaan kepada penulis buku yang tercantum sehingga dari pemikirannya terselesaikanlah sebuah karya tulis.
Penulis akan dipandang lebih profesional ketika mencatumkan daftar pustaka.


UNSUR DAFTAR PUSTAKA
Dalam menuliskan daftar pustaka ada beberapa hal penting yang sebaiknya anda ketahui, termasuk juga unsur-unsur dalam yang harus ada dalam penulisan daftar pustaka, unsur-unsur tersebut yakni
Nama pengarang
Judul buku/artikel
Data publikasi (penerbit, tempat terbit (tahun terbit, edisi buku)
CONTOH PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Penulisan daftar pustaka juga berbeda-beda tergantung dari apa yang dijadikan sumber daftar pustaka tersebut. Berikut penulis daftar pustaka yang bersumber dari :
Buku
Nama pengarang (penulisan nama dibalik dari belakang Misal : Naufa Zahra, maka menjadi “Zahra, Naufa” ), tahun terbit, judul, tempat terbit dan tahun terbit.
Arisandi, Yahoma dan Yoovita Andriani. 2001. Tanaman Obat Plus Pengobatan Alternatif. Jakarta: Setia Kawan
Said, Ahmad. 2007. Khasiat dan Manfaat Temulawak. Jakarta: Sinar Wadja Lestari
Dalimartha, Setiawan, dr. 2001. 36 Resep Tumbuhan Obat untuk Menurunkan Kolesterol. Jakarta: Penebar Swadaya
Hariani, Sangat M. dkk. 2000. Kamus Penyakit dan Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Internet :
Rahimawati. 2013. Contoh Daftar Pustaka dan Cara Penulisannya, http://contohsuratku.com/contoh-daftar-pustaka-yang-baik-dan-benar.html, (diakses 22 Mei 2013)
Koran
Rahimawati, B. 10 Mei, 2013. Unsur penting dalam penulisan daftar pustaka. Majpahit Pos , hlm. 2 & 6
UU, Permen dan Kepres
Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.  Jakarta: Sekretariat Negara
Ensiklopedia, Kamus
Stafford-Clark, D. 1978. Mental disorders and their treatment. The New Encyclopedia Britannica. Encyclopedia Britannica. 23: 956-975.
Chicago, USA . Echols, J.M. dan Shadily, H. (Eds). 1989. Kamus Inggris – Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.
Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian:
Kuncoro, T. 1996. Pengembangan Kurikulum Pelatihan Magang di STM Nasional Malang Jurusan Bangunan, Program Studi Bangunan Gedung: Suatu Studi Berdasarkan Kebutuhan Dunia Usaha Jasa Konstruksi . Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP MALANG.
Film (Movie)
Oldfield, B. (Producer) 1977. On the edge of the forest. Tasmanian Film Corporation. Hobart, Austraalia,. 30 mins.


Sumber : Sumber

Abstrak



PENDAHULUAN

Abstrak merupakan bentuk mini dari sebuah tulisan ilmiah. Sebuah abstrak yang baik memiliki komponen tertentu yang harus dicantumkan di dalamnya. Komponen-komponen tersebut pun harus ditempatkan dengan urutan tertentu. Sering dijumpai abstrak yang dibuat tidak mengikuti kaidah ini sehingga tidak bisa dikatakan sebagai sebuah abstrak yang baik.
Anatomi Abstrak

Karena abstrak adalah bentuk mini dari artikel atau tulisan utama, abstrak memiliki anatomi yang mirip dengan tulisan utama. Abstrak mengandung hal-hal penting dari tulisan utama.

Sebuah abstrak yang baik memiliki anotomi seperti di bawah ini:

    Pembukaan - Bagian ini mengawali sebuah abstrak dan biasanya terdiri dari satu atau paling banyak dua kalimat. Bagian pembukaan ini menjawab pertanyaan:  mengapa itu penting? Bisa juga bagian ini tidak ada, dan abstrak langsung dimulai dengan tujuan penelitian.

    Masalah dan tujuan - Bagian ini selalu ada dalam sebuah abstrak, dan biasanya merupakan kalimat pertama atau kedua dari abstrak. Di bagian ini pula sering dicantumkan hipotesis penelitian.

    Materi dan Metode - Bagian menyusul bagian masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian. Bagian ini menjawab pertanyaan-pertanyaan: bagaimana penelitian dilakukan?, metode apa yang digunakan?, dan analisis apa yang diterapkan?

    Hasil - Bagian ini mencantumkan hasil penelitian, termasuk signifikansi secara statistik dari hasil penelitian tersebut. Abstrak tidak mengandung pembahasan (diskusi) yang merupakan interpretasi penulis terhadap hasil penelitian. Dengan demikian, hasil penelitian ditampilkan apa adanya.

    Kesimpulan - Ini adalah bagian terakhir dari sebuah abstrak. Di sini penulis menyampaikan kesimpulan dalam kaitan dengan jawaban pertanyaan penelitian.

SIFAT  ABSTRAK

Di bawah ini adalah beberapa sifat yang dimiliki oleh sebuah abstrak yang baik. Hal ini berlaku umum, baik abstrak dari sebuah laporan penelitian (termasuk skripsi, tesis, maupun disertasi), dan abstrak artikel ilmiah yang akan dikirim untuk diterbitkan dalam jurnal ilmiah

    Umumnya satu paragraf - Abstrak pada umumnya hanya terdiri dari satu paragraf. Paragraf tunggal abstrak harus:

        Utuh (complete) dan bersifat 'standalone', yaitu bisa berdiri sendiri dari artikel utamanya.

        Sarat makna (concise) - Abstrak hendaknya menggunakan sedikit kata dan kalimat untuk menjelaskan sesuatu yang padat makna. Abstrak sebaiknya tidak menggunakan kalimat-kalimat yang di-copy paste dari artikel utama, karena kalimat-kalimat yang digunakan dalam artikel biasanya lebih bersifat elaboratif.

        Jelas (clear) - Informasi yang disampaikan dalam abstrak hendaknya jelas bagi pembaca. Oleh karena itu, abstrak juga harus mempunyai organisasi yang baik sehingga alur informasi yang disampaikan juga bisa ditangkap dengan mudah oleh pembaca.

        Terangkai baik (cohesive) - Kalimat-kalimat yang menyusun abstrak hendaknya terangkai dengan baik antara satu kalimat dengan kalimat yang lain. Sekali lagi, tujuannya adalah agar abstrak tersebut dapat dibaca dengan mudah oleh pembaca.

Hal-hal Penting dalam Membuat Abstrak

Beberapa hal penting yang sebaiknya anda perhatikan pada saat membuat abstrak adalah sebagai berikut:

    Tidak informasi baru - Abstrak tidak boleh mengandung informasi baru yang tidak tercantum di dalam artikel utama.

    Kalimat sederhana dan tidak bertele-tele - Kalimat dalam abstrak hendaknya dibuat langsung dan tidak bertele-tele, apalagi mengandung kata-kata kiasan. Harap diingat bahwa ruang yang tersedia untuk abstrak sangat terbatas sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan kalimat-kalimat yang penuh dan sarat makna.

    Menghindari singkatan dan istilah - Singkatan dan istilah yang tidak umum sebaiknya tidak digunakan dalam abstrak. Umum tidaknya sebuah istilah dan singkatan, bisa berbeda antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu lainnya. Dalam ilmu Nutrisi Ternak Ruminansia, istilah VFAs mungkin sudah umum digunakan sehingga semua orang yang berlatar belakang ilmu tersebut sudah memahaminya tanpa harus dijelaskan menjadi volatile fatty acids. Demikian pula halnya dalam ilmu Tanaman, HST mungkin sudah dianggap umum dan tidak menimbulkan penafsiran lain kecuali Hari Setelah Tanam. Singkatan dan istilah yang sudah dianggap umum boleh digunakan di dalam abstrak.

    Sekali saja - Kalimat-kalimat yang dicantumkan dalam abstrak masing-masing mempunyai arti yang unik dan menyampaikan informasi yang unik pula. Karena ruang yang terbatas, informasi harus disampaikan sekali saja.

    Panjang abstrak - seberapa panjang abstrak yang harus anda buat? Untuk artikel ilmiah, panjang abstrak biasanya berkisar antara 150 hingga 250 kata. Untuk laporan skripsi, tesis, atau disertasi biasanya mempunyai abstrak yang lebih panjang dari itu. Yang paling penting untuk dilakukan adalah memeriksa panduan penulisan yang ada. Jangan membuat abstrak melebihi ketentuan yang berlaku.

Kapan Menulis Abstrak?

Dalam semua tulisan ilmiah, abstrak dijumpai pada bagian awal dari tulisan tersebut. Namun demikian, abstrak merupakan bagian tulisan yang dibuat terakhir setelah semua bagian lainnya selesai, terutama setelah Hasil dan Pembahasan. Ketika kita telah selesai menulis bagian Hasil dan Pembahasan, kita sudah bisa melihat secara utuh tulisan ilmiah yang kita buat. Pada saat itu juga, sudah tersedia bahan-bahan yang kita perlukan untuk memenuhi komponen-komponen abstrak yang baik seperti telah dijelaskan di atas.


Sumber : Sumber

Rabu, 01 Januari 2014

Tugas Cerpen



            Cerita ini berawal saat aku masih duduk di bangku SMP kelas 9 sekitar 7 tahun yang lalu. Saat itu aku bertemu dengan perempuan cantik yang belum aku ketahui namanya padahal dia tetangga kelasku. Tetapi karena aku tidak berani menyapanya jadi aku tanyakan siapa namanya lewat sahabatku yang bernama Diaz.
Aku : “Lai itu yang mukanya arab kelas 92 siapa namanya ya ?”
Diaz : “Itu Lydia lai, dia kan tetangganya Dita” (Dita adalah Pacarnya Diaz pada waktu itu).
Aku : “Ooh Lydia ya, kok gw ga pernah liat dia dari kelas 7 ya ?”
Diaz: “Makanya gaul jangan maenan Motor sama di Warnet mulu lai”
Aku: “Lah kalo pernah liat mah gw pasti kenal lai, makanya gw nanya sama lu”
Diaz: “Mungkin karna lu masuk siang waktu kelas 8 kalo dia sama gw masuk pagi”
Aku: “Ooh iya mungkin, pantes gw ga pernah liat”
Diaz: “Emang ada apaan lai ?”
Aku : “Gapapa, cakep ya dia lai, tadi gw liat dia lewat mau olahraga. Alisnya tebel sama rambutnya item banget”
Diaz: “Iye cakep kalo ga jerawatan hahahaha”
Aku: “Ga gitu juga kali lai..” (aku masuk kedalam kelas)

Setelah itu karena aku merasa tertarik dengan dia, keesokan harinya aku menjadi sering duduk-duduk di depan kelas pada waktu istirahat dimulai. Aku kembali bertanya kepada sahabatku saat dia duduk disampingku.

Aku: “Lai dia kalo pulang dijemput bokapnya ya ?”
Diaz: “Dia siapa ?”
Aku: “Lydia..”
Diaz: “Kaga dia naik angkot lai sama dita, kadang juga gw bareng sama dia”
Aku: “Ooh gitu, kasian dong dia liatin lu bedua pacaran sama Dita”
Diaz: “Beh gw sama Dita klo di angkot udah kaya temen, duduk aja jauhan”
Aku: “Hahaha makanye lai punya motor biar bisa lu anterin pulang si Dita” (ejekku)
Diaz: “Iye lai iye yang punya motor” (dia beranjak pergi ke kantin)
Aku: “Hahaha percumah punya motor lai kalo kaya gw ga punya cewek” (aku mengikutinya ke kantin)
Diaz: “Makanya punya motor jangan kenceng-kenceng, boros bensin, cewek juga serem diboncengin”

Sampai aku lulus SMP aku tidak berani berkenalan langsung dengan Lydia. Lalu tahun ajaran baru pun dimulai, dan ternyata aku satu sekolah dengan Lydia dan dengan kelas yang sama. Aku mengetahuinya saat hari pertama masuk sekolah untuk Masa Orientasi Siswa dan memasuki kelas 10g. Lalu aku mengambil posisi duduk dibelakangnya tetapi tidak sebaris dengan mejanya. Saat itu pandanganku hanya terpaku kepadanya, melihat rambutnya yang panjang dari belakang membuatku semakin mengaguminya dan berkata dalam hati “Dia Cantik” lalu teman sebangku baruku datang dan menyapaku “Oi nama lu siapa ?”, “Alif, lu siapa ?” sahutku, “Panggil aja Risum” ucapnya, “Oke Risum singkatan Riski Mesum ya ? hahaha” candaku, “Bukan, sialan lu, Risqi Sumadi Praja nama panjang gw, biasa dipanggil Risum” ucapnya, “Hahahaha maaf sum gw becanda”. 1 Semester pun berlalu aku sekelas dengannya dan aku hanya bisa memperhatikan dia tanpa sekalipun berani untuk menyapanya. Saat Semester 2 aku mendapat mata pelajaran Tata Boga dan aku sekelompok dengannya, saat itulah aku mulai berani untuk menyapanya dan mengantarnya pulang kerumah karena saat itu tugas memasak dikerjakan dirumah temanku. 3 bulan berjalan aku mulai tertarik dengan teman sekelasku yang bernama Isnaini dan akhirnya kami pacaran. Dan ternyata selama aku sekelompok dengan Lydia, dia sudah tertarik denganku karena aku sering dekat dengannya sampai mengantarnya pulang. Dia kaget saat tau aku sudah pacaran dengan isnaini, dan saat itu aku tidak tau kalau Lydia juga sebenarnya sudah tertarik denganku. Sebulan berjalan aku putus dengan Isnaini dan aku mulai biasa saja dengan Lydia. Sampai di kelas 11 aku mengambil jurusan IPS dan mendapat kelas 11 IPS B dan dia 11 IPS E. Saat itu aku tidak pernah lagi menyapanya karena kelas kita berbeda hanya sering melihatnya di kantin pada waktu Istirahat. Saat Semester 2 aku kembali dekat dengannya karena sering smsan dan saat pulang sekolah aku pulang dengannya sampai dia eskul (ekstra kulikuler) Taekwondo pun aku sering menjemput dan mengantarnya pulang. Saat itu berlangsung selama 9 bulan sampai aku berani untuk menyatakan perasaanku dan akhirnya kita pacaran, aku merasa seperti mimpi karena apa yang aku inginkan terwujud, karena awalnya aku merasa tidak dapat pacaran dengannya. Aku pacaran sampai hampir 4 tahun lamanya meskipun pernah 2 kali “putus-nyambung” dan sekarang aku sudah putus dengannya dan aku ingin melupakan dia karena dia sudah memiliki pacar dan aku tidak berniat mengganggunya. Aku memang jauh dengannya sekarang, dia berada di daerah Jakarta Barat karena itu pula aku merasa tidak dapat melanjutkan hubungan lebih jauh. Sekian.